Tempat Sujud

Kali pertama menginjak semenanjung Korea, rencana untuk mencari tempat sholat sudah diperhitungkan. Setiba di kampus, saya langsung diajak sholat di mushola milik komunitas mahasiswa muslim, syukurlah ada tempat yang sangat nyaman untuk bersujud disini. Sebuah ruangan yang cukup luas yang berfungsi sebagai mushola sekaligus markas. Beralaskan karpet tebal dan hamparan sajadah menambah kesederhanaan untuk bersujud. Selain ini, ditunjukkan pula mushola lain yang terletak di suatu asrama. Kali ini mushola hanya merupakan ruang kosong yang dialihfungsikan.

Keesokan harinya saya langsung berdinas di laboratorium yang berjarak 7 menit jalan kaki dari mushola tersebut, amat beruntung saya mendapatkan lab saya yang berada di lantai paling atas dan berada di sudut sehingga dekat dengan toilet dan tangga darurat menuju rooftop. Berhubung lab saya sudah sesak dan penuh, maka saya putuskan untuk mencari tempat sholat diluar. Pilihannya tak lain adalah tangga rooftop yang jarang dilewati orang. Disitulah saya melarikan diri sejenak dari hiruk pikuk lab dengan hanya bermodal sajadah batik tipis pemberian teman saya. Walaupun udara dingin menyeruak, namun gerakan-gerakan sholat yang menenangkan membuat saya hangat dan nyaman. Suatu ketika, profesor saya bertanya dimana saya sholat, dan saya jawab di tangga rooftop, syukur dia mengerti dan mempersilahkan saya. Walau demikian, ada cerita senior saya yang dilarang sholat di dalam lab atau gedungnya, sungguh malang nasibnya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s